Jumat, 05 Oktober 2018

Mengawal Fitrah Seksualitas Anak #4


Transgender dan Anak Kita


Mendengar kata transgender, terbayang dalam benak kita para banci yang suka nongkrong di pinggir jalan. Tapi ternyata transgender tidaklah hanya sesederhana yang demikian itu moms. Transgender merupakan laki-laki atau perempuan yang memerankan perilaku seksual mereka tidak sesuai dengan gender yang telah diberikan Tuhan pada mereka. Bisa saja laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya perempuan yang berperan sebagai laki-laki.
Fenomena transgender sebenarnya sudah sejak jaman dulu ada. Namun, sekarang eksistensi mereka justru semakin diakui dunia. Bahkan ada ajang pemilihan waria sedunia yang sudah dijadikan ajang bertaraf internasional…masyaallah.
Transgender juga erat kaitannya dengan perilaku menyimpang seksualitas yaitu homo (laki-laki dengan laki-laki) dan lesbi (perempuan dengan perempuan). Pdahal Allah SWT telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dengan perempuan. Banyak penyebab perilaku transgender bisa muncul, diantaranya adalah (menurut Elly Risman): orang tua yang acuh tak acuh, hilangnya peran ayah, anak laki-laki terlalu banyak berinteraksi dengan ibu, anak perempuan kurang kasih saying ayah, kurangnya pemahaman agama, terlalu bebas mengunakan gadget, dan terpapar pornografi.
So, bagaimana untuk menjaga anak kita dari sifat transgender ini? Dari hasil review diskusi tim Merah malam tadi, yang saya tangkap adalah….Pertama , harus kita pahami bahya transgender ini adalah penyakit, bukan bawaan sejak lahir. Dekatkan anak pada peran ibu dan bapaknya sesuai tahap usia. Pada saat balita, anak perempuan lebih dekat dengan ibunya, anak laki-laki lebih dekat dengan ayahnya. Adab bergaul dengan seaama jenis pun juga harus dikenalkan pada anak sejak usia dini. Sekalipun sesame jenis tetap menjaga aurat dan menjaga kontak fisik. Ketika memasukka anak ke pesantren akan jauh lebih baik saat anak sudah matang fitrah seksualitasnya.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
#sogasquad

Mengawal Fitrah Seksualitas Anak #3


Mengapa Harus Ditutupi?



Tadi sore, ketika jam-jam mandi, ada obrolan menarik antara saya dan adik Novan. Adik Novan yang sekarang berumur 8 tahun, masih belum malu rupanya ketika keluar kamar mandi tidak memakai celana.
“ Dek Novan, nggak malu po? Kon nggak pakai celana?”
“Yo nggak lah Bun..kan sama maknya sendiri, sama kakaknya sendiri, sama bapaknya sendiri, masa malu…kan masih mahrom..boleh to?”
“Dek Novan, alat vital kita itu organ yang rentan. Udara di sekitar kita banyak mengandung kuman penyakit. Sebenarnya fungsi celana bukan hanya menutupi dari rasa malu saja, namun juga untuk melindungi alat vital kita dari kuman penyakit tersebut,” aku mencoba menjelaskan versi ilmiahnya.
Segera adik novan mengambil celana dan memakainya. Alhamdulillah sekarang dia sudah mulai berfikir untuk melindungi alat vitalnya dari kuman penyakit.


#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
#sogasquad



Mengawal Fitrah Seksualitas Anak #2


Memberikan Pendidikan Fitrah Seksualitas pada Anak Usia Dini


Ibu, ketika mendengar kata seksualitas..kadang terlintas dalam benak kita bahwa itu bukan hal yang lazim dibicarakan dengan anak-anak. Eits, jangan salah..justru fitrah seksualitas anak ini harus dibina sejak dini. Tentu saja dengan proporsinya masing- masing sesuai tahap perkembangannya.
Dari hasil diskusi Kelas BunSay oleh kelompok Ngarep Mburi tadi malam, banyak hal-hal tentak fitrah seksualitas anak usia dini yang saya ketahui. Mengawal fitrah seksualitas anak usia dini bisa dimulai dengan memahamkan aurat dan rasa malu. Dipahamkan..bagian tubuh mana saja yang tidak boleh diperlihatkan pada orang lain kecuali untuk keperluan pemeriksaan kesehatan. Ajarkan anak tentang bagian tubuh mana saja yang boleh disentuh. Sampaikan secara nyaman dan konsisten. Selain itu bekali anak dengan kemandirian.
Tentang ciuman. Ini ternyata juga perlu diperhatikan. Seringkali kita kalau lihat anak nggemesin langsung main nyosor gitu aja. Tapi ternyata itu tidak diperbolehkan lho moms. Mulai dari dini anak harus paham bahwa tidak sembarang orang boleh mencium dan dia cium. Semua itu ada batasannya.
Bagimana cara toilet training untuk anak usia 3-4 tahun? Pertama, sediakan ember tanggung, lalu isi dengan air. Ciduk kecil bertujuan agar si Kecil tidak merasa berat saat mengambil air. Ketika pipis, ambil air di gayung, lalu siramkan ke pipis. Terus tangan kanan ambil air lagi, lalu tangan kiri untuk cebok.
Nah demikian tadi beberapa point dari hasil diskusi semalam yang bisa kita pelajari bersama. Semoga bermanfaat ya moms..


#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
#sogasquad

Mengawal Fitrah Seksualitas Anak #1


REVIEW MATERI 1 “ PREDATOR ANAK BERGENTAYANGAN”



Pada hari pertama presentasi ini, Tim Ibu Bangsa menyampaikan tentang Pendidikan Seks untuk Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual Sejak Dini.
Pendidikan seks untuk anak sangatlah penting demi terpenuhinya fitrah seksualitas anak. Orang tua haruslah menjadi pihak pertama yang secara jujur dan terbuka dalam penyampaian berkaitan dengan organ seksual anak.
Menurut saya pribadi pernyataan tersebut sangatlah benar. Apabila kita, si Orang tuanya tidak jujur dan terbuka mengenai hal tersebut, maka anak yang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan mencoba mencari jawaban pada orang lain. Kalau informasi yang diperoleh benar sih tidak apa-apa. Namun apa jadinya bila anak memperoleh informasi yang salah dalam memahami organ seksual tersebut? Tentunya akan terjadi pemahaman yang keliru dan akan berdampak buruk bagi fitrah seksualitas anak tersebut nantinya.
Nah, bagaimana agar anak terlindungi dari predator yang merusak fitrah seksualitas anak? Yang pertama usahakan anak mengerti identitas seksualnya sejak usia 3 tahun. Kedua, Rawat rasa maku yang fitrahnya ia rasakan saat bagian tubuh itu dilihat orang lain. Ketiga, ajarkan anak untuk melindungi diri dari kejahatan seksual. Keempat, pahamkan anak mengenai bagian tubuh mana saja yang TIDAK BOLEH DISENTUH/ dipegang orang lain kecuali untuk keperluan pemeriksaan. Kelima, ajari anak untuk mempercayai perasaannya, dan ajari anak agar mampu berkata tidak, enggak mau, atau jangan begitu. Keenam, latih anak mengucapkan salam saat masuk rumah atau kamar orang tua. Lalu, Biasakan anak untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang tidak baik dan haram.
Setelah mengikuti presentasi Tim Ibu Bangsa saya jadi semakin tahu apa saja yang harus kita lakukan untuk menemani anak merawat fitrah seksualitasnya.

#bunda sayang
#fitrah seksualitas
#game level 11
#sogasquad

Kamis, 13 September 2018

alras game 10

Mendongeng itu Mengasyikkan

    Pada dasarnya...aku suka dengan tantangan mendongeng ini. Saat memulainya aku sempat ragu..bisa tidak ya. Namun setelah praktik..memainkan intonasi.. merubah gesture dengan berbagai gaya...aku sangat menikmatinya. Ansk-anak pun senang saat saya mendongeng. Sering kali mereka minta didongengi lagi. Pokoknya..I Like It..

Kamis, 06 September 2018

dongeng nyamuk

Dongeng Mosquitos

Malam itu banyak sekali nyamuk di rumah kami. Maklum sebelah rumah kami adalah kebun albasiyah yang lumayan luas. Alhamdulillah..pas baca-baca di perpus sekolah dapat referensi dongeng tentang nyamuk. Malam itu aku menceritakannya pada anak-anak.
Pertama aku baca judulnya. Lalu anak-anak tertarik dan minta dipinjami bukunya untuk mereka baca sendiri. Setelah membaca gantian mereka yang menceritakannya kepadaku.
Menurut dongeng tersebut, dahulu kala ada 2 orang tukang sihir yang saling beradu kesaktian untuk bisa awet muda yaitu kakek Bet dan Nenek Mosquito. Syaratnya adalah dengan meminum darah 1000 orang. Bagaimana bisa mereka mendapatkan darah 1000 orang sedangkan darah adalah sesuatu yang sangat berharga bagi manusia. Akhirnya nenek Mosquito menjelma menjadi hewan kecil yang bisa terbang dan mempunyai tusuk di ujung kepalanya sehingga bisa menghidap darah manusia. Kakek Bet tidak mau ketinggalan..Dia malah merubah dirinya menjadi kelelawar sehingga bisa memakan nyamuk. Rupanya ketika nenek Mosquito menyedot darah manusia juga meninggalkan bibit penyakit. 
Anak-anak sangat antusias bercerita dan mendengarkan ceritaku. 


#Tantangan10hari
#Level10
#KuliahBunSayIIP
#GrabYourImagination

Sabtu, 01 September 2018

cerita

Cerita Hari Ini: The Giving Tree

Cerita ini aku ketahui saat mengikuti workshop bersama Bu D.K. Wardhani, seorang children book author. Kemudian sku coba untuk mencari sesungguhnya seperti apakah ceritanya sehingga masuk dalam cerita yang dikategorikan bagus oleh Bu Dini?
Saat aku menceritakannya kepada anak-anak,anak-anak nampak menikmati ceritanya. The Giving Tree menceritakan tentang persahabatan sebuah pohon apel dengan anak manusia. Saat anak tersebut masih kecil dia sering bermain-main di bawahnya dan bergelantungan memanjat dahannya.Namun ketika si Anak tersebut sudah beranjak dewasa., ansk tersebut sudah jarang bermain lagi. Bahkan, dia ssmpai akhirnya tega menghabiskan seluruh bagian pohon tersebut, buah, ramting, dahan untuk keperluannya.


#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

My Passion Project

 My Passion Project Tinggal di kota Hexagon berarti siap menerima tantangan karena warganya produktif, kreatif dan solutif. Salah satu tanta...