Minggu, 14 Januari 2018

Suka Menolong



Suka Menolong

        Hari ini saya dan keluarga menghadiri sebuah event yang luar biasa, tentang bagaimana cara membentuk A Home Team yang disampaikan oleh Bunda Septi Peni Wulandani dan Ayah Dodik. Kami berangkat dari Purworejo pukul 06.10 dengan menggunakan sepeda motor. Ketika Tanya tentang transportasi apa yang akan dipilih memang anak-anak lebih memilih menggunakan sepeda motor.
        Dalam workshop tersebut kami, para pasangan ayah bunda diminta juga untuk menuliskan kekuatan atau kelebihan anak-anak kita. Salah satu kekuatan Kakak yang saya tulis adalah suka menolong. Sepulangnya workshop kami diminta untuk mengkonfirmasi kekuatan tersebut dengan anak-anak kita.
Belum sempat konfirmasi, setelah tiba di rumah, depan kamar mandi kami sangat kotor oleh daun – daun yang berjatuhan siang ini. Saya segera ingin menyapunya. Baru beberapa garukan, kakak datang dan berkata.
        “ Mak, sini biar Kakak saja yang menyapu.”
        Alhamdulillah ternyata benar jawaban saya di workshop tadi Kak Saka memang suka menolong. Setelah itu saya mengucapkan terimakasih kepada Kakak karena sudah mau membantu Mamaknya ini. Pelajaran yang saya dapatkan adalah fokuslah pada kekuatan pasangan dan anak-anak kita niscaya akan dapat bersinergi mencapai tujuan bersama.

#tantangan _hari_ke 6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Sabtu, 13 Januari 2018

bahagia sederhana,



Bermain Badminton


Sore itu saya dan anak-anak sedang ngobrol santai di dapur. Tiba-tiba Si Kakak membuat bola dari kertas yang sudah diisolasi sehingga menjadi padat. Karena saat itu raket sudah lama tidak dipakai dan juga susah mencari di gudang, maka jadilah tutup panic dan sapu lantai sebagai raketnya dan bola kertas tadi sebagai koknya. Saya tidak memarahi mereka saya biarkan mereka bermain dengan alat seadanya. Tujuan saya adalah supaya mereka bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar mereka.
Mengenai tanggung jawab, Alhamdulillah kaka sudah mulai melaksanakan tugas yang kemarin kami sepakati dan telah kami buat tertulis. Tadi pagi dan 2 pagi sebelumnya kakak sudah mau meraphkan tempat tidur sendiri dan membantu ibu menyiapkan sarapan di pagi hari.

#tantangan _hari_ke 5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Bertanam Empon-Empon di Belakang Rumah



Bertanam Empon-Empon di Belakang Rumah

Saat itu, saya barusan beberes bumbu-bumbu dapur. Membersihkan, menyortir dan akhirnya yang sudah tidak layak pakai saya buang. Ada beberapa empon-empon yang mulai mengeluarkan tunas.Jadi kepikiran untuk menanamnya di kebun belakang.
Acara tanam menanam itu pun saya jadikan projek dengan anak-anak. Agak terburu juga sih, bisa dibilang projek dadakan.Bapaknya belum bisa ikut karena belum pulang dari kerja. Sore hari, sepulang ngaji di TPA, anak-anak saya ajak ke kebun belakang.
“ Mau ngapain Ma?” Tanya kakak.
 “Mama punya sesuatu nih”. Otomatis mereka pun akhirnya penasaran dan mengikuti saya ke halaman belakang karena penasaran.
“ Ma, ini apa? “ Tanya adik.
“ Sebenarnya ini adalah bumbu dapur atau empon-empon yang bisaa mama beli dari pasar. Karena tidak habis dan tetap mama simpan, akhirnya jadi tumbuh tunas. Adik dan Kakak mau membantu Mama menanamnya?” tanyaku pada mereka berdua.
Akhirnya kami adakan pembagian tugas. Saya mengerok- kerok tanah agar menjadi gembur, Kakak dan Adik bertugas menanamnya. Sederhana memang aktivitas kami kali ini. Dari aktivitas ini saya harapkan agar diri saya sendiri dan anak-anak bisa belajar menghargai sesuatu yang terlihat sepele. Empon-empon seperti jahe, kunyit dan kencur itu bisa saja kami buang dan besok tinggal beli lagi di pasar. Toh harganya Cuma seribu sudah dapat banyak. Namun dengan menanamnya, secara tidak langsung kami telah menabung dan hasil dari tanaman empon-empon tersebut dapat kami manfaatkan di kemudian hari.

#tantangan _hari_ke 4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

My Passion Project

 My Passion Project Tinggal di kota Hexagon berarti siap menerima tantangan karena warganya produktif, kreatif dan solutif. Salah satu tanta...